POPULARITAS SELEBRITI SEBAGAI ALAT KOSMETIKA POLITIK

Dyah Tantri Efrina Putri, Muradi -

Abstract


Fenomena selebriti untuk turut naik ke panggung perpolitikan semakin semarak. Terlihat dari sebagian besar partai yang meminang para selebriti untuk masuk menjadi kandidat sebagai wakil rakyat. Fenomena ini tidak terlepas dari adanya perubahan sistem pemerintahan dan politik sejak zaman kemerdekaan hingga saat ini. Perubahan sistem inilah yang otomatis turut mempengaruhi sistem kepartaian. Euforia demokrasi masa reformasi menjadikan pemilih dapat memilih langsung wakil rakyat. Dahulu dimana selebriti hanya merupakan “boneka pajangan etalase politik”, saat ini dapat lebih berperan sebagai aktor politik. Tidak dapat dipungkiri, popularitas selebriti merupakan modal politik yang dimanfaatkan partai politik untuk mendulang perolehan suara

Keywords


popularitas, selebriti, politik, pendulang suara

References


Asfar, M. (2006). Pemilu dan Perilaku Memilih 1995-2004. Surabaya: Pustaka Eureka.

Boorstin, D. J. (1992). The Image : A Guide to Pseudo-events in Amerika. New York: Random House.

Budiardjo, M. (1977). Dasa-dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia.

Burke, P. (1978). Popular Culture in Early Modern Europe. London: Temple Smith.

Cohen, B. (1963). The Press and foreign policy. NJ: Princeton University Press.

Fatah, E. S. (2004). Caleg Selebriti Perempuan : Dari Perlengkapan ke Pelaku Politik. Jurnal Perempuan, Jakarta.

Fatwa, A. (2009). Potret Konstitusi Pasca Amandemen 1945. Jakarta: PT.Kompas Media Nusantara.

Firmanzah. (2007). Marketing Politik. Jakarta.

Guardini, F. (1996). Old and New, Modern and Postmodern : Baroque and Neonaraque. Mc Luhan studies.

Liddle, S. M. (12010). Indonesia : personalities parties and voters. Democracy Nolume 21.

LSI. (2001). PEMILIH MENGAMBANG DAN PROSPEK PERUBAHAN KEKUATAN. jakarta.

Mietzner, M. (2009). Political opinion polling in post authoritarian Indonesia Catalyst or obstacle to democratic consolidation. Bijdragen tot de Taal-, Land- en.

Strinati, D. (2003). Popular Culture : Pengantar Menuju Teori Budaya Populer. Yogyakarta: Bentang.

Sufyanto. (2015). Selebritisasi Politik. Bandung: Nusa Media.

Surbakti, R. (1997). Partai, Pemilih dan Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.24198/cosmogov.v3i1.12640

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.