Penggunaan Demonstrasi plot untuk Mengubah Metode Aplikasi Pupuk Organik pada Lahan Pertanian Sayuran di Kota Ambon

Reginawanti Hindersah

Abstrak


Sayuran daun  adalah  pangan penting dalam  makanan sehari-hari masyarakat Kotamadya Ambon Maluku. Di musim hujan, sayuran menjadi penyebab inflasi. Ambon juga mengimpor sayuran  non daun dari beberapa kota di Jawa dan Sulawesi.  Salah satu  masalah produktivitas sayuran adalan supply pupuk anorganik yang tidak kontinyu dan harganya mahal.  Pemupukan organik dapat menjadi alternatif, saat ini petani sudah  menggunakan pupuk organik berupa kotoran ayam dengan cara ditaburkan. Metode ini diyakini tidak efisien dan kurang efekfif. Tujuan pertama  dari Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pemahaman petani terhadap fungsi pupuk.  Tujuan kedua adalah melaksanakan demonstrasi plot cara aplikasi pupuk organik yang benar di lahan pertanian  sayuran daun, dalam kerangka peningkatan produktivitasnya. Kegiatan Focus Group Discussion sebelum demonstrasi plot dilakukan di area pertanian sayuran Dusun Waiheru Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon untuk satu musim tanam di musim kemarau.  Dua perlakuan demonstrasi plot adalah aplikasi pupuk kotoran  di permukaan tanah setelah tanaman tumbuh; dan pupuk kotoran dicampur dengan tanah bagian atas sebelum tanam. FGD memberikan kejelasan bahwa petani cukup mengerti peran pupuk organik namun ketiadaan pupuk organik kadang-kadang menghambat aplikasi yang tepat waktu. Sebagian besar petani juga tidak berminat membuat pupuk organik sendiri. Demplot di pertanaman sawi hijau (Brassica rapa L.), kangkung (Ipomoea aquatica L.) dan bayam (Amaranthus sp.) memperlihatkan bahwa pencampuran bahan organik dengan tanah dapat  meningkatkan hasil sayuran dibandingkan dengan penaburan bahan organik di permukaan tanah.

Kata kunci: Ambon, Demonstrasi Plot, Pupuk Organik, Sayuran Daun.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.