Porselen fusi logam dan porselen penuh: Performa yang lebih baik?

Joseph Gunawan, Veni Takarini, Zulia Hasratiningsih

Abstract


Pendahuluan: Permintaan porselen sebagai salah satu bahan restorasi kedokteran gigi semakin meningkat. Secara umum, praktisi mengetahui bahwa terdapat dua jenis porselen yang dapat dipesan dari laboratorium kedokteran gigi yaitu porselen fusi logam dan porselen penuh. Namun, praktisi sering bingung dalam memilih restorasi yang tepat sesuai kasus. Studi literatur ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan untuk membantu praktisi dalam memilih penggunaan porselen fusi logam atau porselen penuh. Metode: Literatur review ini dilakukan dengan cara mengumpulkan artikel dari jurnal-jurnal dan buku-buku yang berhubungan dengan Porselen fusi logam dan porselen penuh. Kemudian dianalisis dan dipaparkan Telaah Pustaka: Porselen fusi logam memiliki kekuatan dan kekerasan yang lebih tinggi daripada beberapa jenis porselen penuh. Namun, porselen fusi logam memerlukan ruang yang lebih tebal dan kandungan logamnya mengurangi estetik. Porselen fusi logam juga bertentangan dengan konsep metal-free dentistry. Harga logam yang lebih murah menyebabkan harga restorasi porselen fusi logam juga lebih murah dibanding porselen penuh. Pembahasan. Dalam menentukan performa yang lebih baik, evaluasi dapat dilakukan hanya dengan melihat bahan yang digunakan pada suatu restorasi. Evaluasi holistik dan struktural juga perlu dilakukan untuk mengetahui performa pada kesatuan restorasi. Kelebihan dan kekurangan porselen fusi logam dan porselen penuh perlu dijadikan pertimbangan dalam pemilihan dan penempatan restorasi yang akan digunakan. Simpulan: Performa yang lebih baik akan ditunjukkan apabila jenis porselen disesuaikan dengan karakteristik gigi asli dan keadaan mukosa oral yang digantikan serta sesuai dengan keinginan dan kemampuan pasien.

Introduction: Demand for porcelain as the restorative materials in dentistry is increasing. Dental practitioners know that there are two types of porcelain that can ordered from dental laboratory, which are metal fusion and full porcelain. However, dental practitioners often confused in choosing which restoration is appropriate for certain cases. This literature study was aimed to provide knowledge to help dental practitioners in the proper selection in the usage of metal fusion or full porcelain. Methods: This literature review was conducted by collecting articles from journals and books related to metal fusion and full porcelain, then analysed and presented in the manuscript. Literature Review: Metal fusion porcelain had higher strength and hardness than the full porcelain types. However, metal fusion porcelain required a thicker space, and its metal content reducing the aesthetical aspect. Metal fusion porcelain also contradicted the concept of metal-free dentistry. The lower price of the metal compound had caused the low price of the metal fusion porcelain compared to the full porcelain. Discussion: In determining better performance, evaluation can be performed simply by looking at the materials used in restoration. A holistic and structural evaluation was also necessary to determine the performance of the restoration unit. The advantages and disadvantages of metal fusion and full porcelain should be taken into account in the selection and placement of the restoration used. Conclusion: Better performance will be shown if the porcelain type was managed to adapting with the original teeth characteristics and the oral mucosal state replaced, and also in accordance with the wishes and abilities of the patient.


Keywords


Porselen fusi logam, porselen penuh, perbandingan performa.



DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v29i3.15952

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License