Konstruksi Identitas Guru Bimbingan Konseling sebagai Komunikator Pendidikan

Putri Astiti, Jenny Ratna Suminar, Agus Rahmat

Abstract


Penelitian ini bermula dari dihilangkannya jam kelas bagi guru bimbingan dan konseling (BK) serta masih kurangnya jumlah guru BK di SMA Negeri di Kota Bandung. Peneliti ingin mengkaji lebih jauh mengenai motivasi, makna profesi, dan pengalaman komunikasi yang dialami oleh guru BK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini mencoba untuk mencari pemaknaan mengenai bagaimana manusia mengkonstruksi makna dan konsep-konsep penting dalam kerangka intersubjektivitas. Pada penelitian ini data diperoleh dari tujuh guru BK sebagai key informant. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga kategori yang melatarbelakangi alasan untuk menjadi guru, yaitu keinginan pribadi, arahan orang tua dan lingkungan pergaulan atau pertemanan. Hasil penelitian ini juga memunculkan dua kategori makna identitas guru BK, yaitu makna positif dan makna negatif. Makna positif dinyatakan pada guru sebagai orang tua, dicintai anak-anak, membantu siswa mengenali dirinya, harus tahu segala hal, dan guru yang sempurna. Makna negatif dinyatakan pada guru sebagai ganjal pintu dan guru yang masih dianggap sebagai polisi sekolah. Pengalaman komunikasi guru BK berlangsung pada konteks komunikasi antarpribadi, kelompok dan organisasional. Guru BK sebagai komunikator pendidikan harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Gambaran kondisi guru BK dalam memaknai profesi diharapkan dapat dijadikan rujukan pengambil kebijakan agar lebih memahami secara mendalam mengenai pentingnya keberadaan guru BK di sekolah.


Keywords


Guru bk; identitas diri; komunikator pendidikan; konstruksi identitas; makna diri

Full Text:

PDF

References


Berger, P. L. & Luckmann, T. (2013). Tafsir sosial atas kenyataan – risalah tentang sosiologi pengetahuan. Jakarta: LP3ES.

Bungin, M. B. (2008). Konstruksi sosial media massa. Jakarta: Kencana.

Fitri, S. (2011). Konstruksi identitas calon konselor sekolah dalam masyarakat multikultur. Jurnal Jabatan Bahasa & Kebudayaan Melayu. Jilid 3 (2011). Hlm. 119-134.

Gardner, J. E. (1992). Memahami gejolak masa remaja. Jakarta: Mitra Utama.

Hadi, I. P. (2009). Penelitian khalayak dalam perspektif reception analysis. Scriptura, 3(1), 1–7. Retrieved from http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/iko/article/view/17015.

Hendariningrum, R. & Susilo, M. E. (2008). Fashion dan gaya hidup: identitas dan komunikasi. Ilmu Komunikasi, 6(2), 25–32.

Keliat, B. A. (1992). Gangguan konsep diri. Jakarta: EGC.

Littlejohn, S. W. & Foss, K. A. (2009). Encyclopedia of communication theory. Thousand Oaks California: Sage Publication.

Nurhadi, Z. F. (2015). Teori-teori komunikasi: teori komunikasi dalam perspektif penelitian kualitatif. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nursalam & Efendi, F. (2008). Pendidikan dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nurtyasrini, S. & Hafiar, H. (2016). Pengalaman komunikasi pemulung tentang pemeliharaan kesehatan. Jurnal Kajian Komunikasi. Vol. 4, No. 2 Desember 2016. Diakses dari http://journal.unpad.ac.id/jkk/article/view/10437/5329.

Mulyana, D. (2005). Ilmu komunikasi suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ristianti, A. (2008). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan identitas diri pada remaja di sma pusaka 1 jakarta. Universitas Guna Darma, 0, 1–28.

Sukmadinata, N. S. (2007). Bimbingan dan konseling dalam praktek, mengembangkan potensi dan kepribadian siswa. Bandung: Maestro.

Suminar, J. R. (2011). Konstruksi identitas guru profesional sebagai komunikator pendidikan. Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

Suminar, J. R. (2013). Komunikasi antarpribadi. Bandung: Unpad Press.

Suyatno & Jihad, A. (2013). Menjadi guru profesional – strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era global. Jakarta: Esensi.

Surya, M. (2009). Psikologi konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of social conflict, in austin, w., & Worschel, s. (Ed.). The Social Psychology Of Intergroup Relations. Monterey: Books Cole.

Wood, J. T. (2013). Komunikasi teori dan praktik. Jakarta: Salemba Humanika.




DOI: https://doi.org/10.24198/jkk.v6i1.7738

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Kajian Komunikasi

Jurnal Kajian Komunikasi Indexed by:

 

Jurnal Kajian Komunikasi

Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363
WA: +6281321470093 (Chat Only)

Telepon: +62227796954
Faksimile: +62227794122
email: jurnalkajiankomunikasiunpad@gmail.com


 

Creative Commons License
Jurnal Kajian Komunikasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats

Jurnal Kajian Komunikasi Supervised by: