Abstract
Penelitian ini berfokus mengenai peran ASEAN sebagai organisasi regional dalam melakukan penanganan pengungsi Rohingya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN memiliki hambatan dalam melaksanakan perannya dalam melakukan penanganan pengungsi, etnis Rohingya yang berasal dari prinsip non-intervensi. ASEAN juga perlu membangun mekanisme penanganan pengungsi yang didasarkan pada kesepakatan dan kerja sama serta memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam hukum internasional yang berkaitan dengan mekanisme penanganan pengungsi itu sendiri.
ASEAN Challenges on Managing the Handling of Rohingnya Refugees
Abstract
This research focuses on the role of ASEAN, as a regional organization, in handling Rohingya refugees. The research results show that ASEAN has barriers in carrying out its role in handling Rohingyas refugees which is derived from the principle of non-intervention. ASEAN also needs to establish a refugee handling mechanism based on agreement and cooperation and taking into account the provisions of international law relating to the refugee handling mechanism itself.
DOI: https://doi.org/10.22304/pjih.v4n3.a8
Recommended Citation
Bangun, Budi Hermawan
(2017)
"Tantangan ASEAN dalam Melakukan Penanganan Pengungsi Rohingya,"
Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law): Vol. 4:
No.
3, Article 4.
DOI: https://doi.org/10.22304/pjih.v4n3.a8
Available at:
https://journal.unpad.ac.id/pjih/vol4/iss3/4
DOI
https://doi.org/10.22304/pjih.v4n3.a8