Abstract
Cash waqf is an innovative instrument of waqf aiming to create social welfare. It is expected that cash waqf enables extensive public participation to support social welfare. However, in reality, cash waqf management in Indonesia has not yet resulted optimal benefit. Based on the Law Number 41 of 2004 on Waqf, three institutions carry out cash waqf management. They are the Indonesian Waqf Board as the collector and the developer, Nazhir as the manager, and the Islamic Financial Institution as the collector. The three institutions make the cash waqf management and development ineffective and not optimal. Based on the data from the Indonesian Waqf Board, of the total potential cash waqf IDR180 Trillion, only IDR400 billion was realized. This study is a normative juridical legal study employing descriptive method. The results reveal that the role of the Islamic Financial Institution, Islamic bank, as collector can actually be expanded. Thus, it covers the management and distribution roles like a Waqf Bank in Bangladesh, the Social Islami Bank Ltd. (formerly known as Social Investment Bank Ltd). Islamic bank has capability and professionalism of management and distribution of funds generated from the cash waqf.
Studi Yuridis tentang Optimalisasi Manajemen Wakaf Uang oleh Bank Syariah di Indonesia
Abstrak
Wakaf uang merupakan salah satu instrumen inovatif dari wakaf dalam menciptakan kesejahteraan sosial di masyarakat. Dengan wakaf uang, partisipasi masyarakat umum akan terbuka lebih lebar dalam menunjang pemerataan kesejahteraan sosial. Akan tetapi, dalam kenyataannya pengelolaan wakaf uang di Indonesia masih belum dirasakan manfaatnya secara optimal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, pengelolaan wakaf uang dilakukan oleh tiga lembaga yakni Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai penghimpun dan pengembang, Nazhir sebagai pengelola, dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sebagai penghimpun. Pengelolaan Wakaf Uang oleh tiga lembaga tersebut menjadikan pengelolaan dan pengembangan Wakaf Uang tidak efektif dan optimal. Hal ini terbukti dari data BWI, bahwa di tahun 2017 dengan total potensi Wakaf Uang keseluruhan yang mencapai Rp180 Trilyun, hanya terealisasikan sebesar Rp400 Milyar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi LKS dalam hal ini perbankan syariah sebagai penghimpun wakaf uang, sesungguhnya dapat diperluas sehingga mencakup fungsi pengelolaan dan penyaluran seperti Bank Wakaf yang ada di Bangladesh yakni Social Islami Bank Limited (sebelumnya dikenal sebagai Social Investment Bank Ltd). Perbankan syariah memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam pengelolaan dan penyaluran dana yang berasal dari wakaf uang tersebut.
Kata kunci: Optimalisasi, Perbankan Syariah, Wakaf Uang
Recommended Citation
Asmara, Teguh Tresna Puja and Abubakar, Lastuti
(2019)
"Juridical Study on the Optimization of Cash Waqf Management by Islamic Banking in Indonesia,"
Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law): Vol. 6:
No.
3, Article 11.
DOI: https://doi.org/10.22304/pjih.v6n3.a1%0D
Available at:
https://journal.unpad.ac.id/pjih/vol6/iss3/11
References
Books
Abdul GhofurAnshori.Hukum dan Praktik PerWakafan di Indonesia,Yogyakarta: Pilar Media, 2006.
Elsi Kartika Sari,Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf, Jakarta: Grasindo, 2007.
F. Prihatini, et. al. Hukum Islam Zakat dan Wakaf. Jakarta: Collaboration between the Papas Sinar Mentari Publisher and the University of Indonesia’s Faculty of Law Publishing Board, 2005.
Imam Suhadi. Wakaf Untuk Kesejahteraan Umat. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 2002.
Mardani, Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia, Bandung: Refika Aditama, 2011.
Mustafa Edwin Nasution. Wakaf Tunai dan Sektor Volunteer. Jakarta: PSTTI-UI, 2006.
RevrisondBaswir. Ekonomi Kerakyatan sebagai Sistem Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.
Said Agil Husin al-Munawwar, Hukum Islam dan Pluralitas Sosial, Jakarta: Penamadani, 2004.
Soerjono Soekanto andSri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003.
______________. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia 2008.
Syamsuddin Mahmud, Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi dan Koperasi, Banda Aceh: PT. Intermasa, 1986.
Journals
Ahmad Furqon. “Analisis Praktik Perwakafan Uang pada Lembaga Keuangan Syariah”. Jurnal Walisongo, Vol. 19, No. 1, 2011.
Ali Amin Isfandiar. “Tinjauan Fiqh Muamalat dan Hukum Nasional tentang Wakaf di Indonesia”. La Riba, Vol. 2, No. 1, 2008.
Dian Masyita, et. Al. “A Dynamic Model for Cash Waqf Management as One ofThe Alternative Instruments for the Poverty Alleviation in Indonesia”, The 23rd International Conference of The System Dynamics Society, Boston, (17 – 21 July 2005).
Jafril Khalil, “Social Investment Bank Limited (SIBL) di Bangladesh”, Al-Awqaf, Vol. II, No. 02, April 2009.
Lastuti AbubakarandTri Handayani, “Perkembangan Transaksi Perbankan Dan Implikasinya Terhadap Pembaruan Hukum Perdata Indonesia”, Justitia Jurnal Hukum, Vol. 1, No. 2, 2017.
M.A., Mannan, “Cash-waqf Certificate : Global Opportunities for Developing the Social Capital Market in 21st -Century Voluntary-sector Banking,” 2011, Third Harvard University Forum on Islamic Finance, Harvard University.
___________, “Linking Islamic Commercial and Social Finance with Special Reference to Cash-Waqf as New Strategy of Interest-Free-Micro-Credit for Family Empowerment of The Poor Towards Establishing World Social Bank: A Case Study Approach”, Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, Vol. 3, Special Issue, 2018.
Muhyar Fanani. “Pengelolaan Wakaf Tunai”. Jurnal Walisongo, Vol. 19, No. 1, 2011.
Sofyan Rizal. “Titik Temu dan Sinergi Ekonomi Islam dan Ekonomi Kerakyatan”.Al-Iqtishad, Vol. 3, No. 1, 2011.
Rashedul Hasana and Siti Alawiah Siraj, “Complexities of Waqf Development in Bangladesh”, Journal of Emerging Economies and Islamic Research, Vol. 4, No. 3, 2016.
Syaugi Mubarak. “Demokrasi Ekonomi Dalam Hukum Ekonomi Syari’ah”, Risalah Hukum Fakultas Hukum Unmul. Vol. 6, No. 2, 2010.
Teguh Tresna Puja Asmara, Isis Ikhwansyah, and Anita Afriana, “Ease of Doing Business: Gagasan Pembaruan Hukum Penyelesaian Sengketa Investasi di Indonesia”, University of Bengkulu Law Journal (UBELAJ), Vol. 4, No. 2, 2019.
Legal Documents
The 1945 Constitution of Republic of Indonesia.
Law No. 41 of 2004 on Waqf.
Law No. 21 of 2008 on Islamic Banking.
Government Regulation No. 42 of 2006 on Implementation of Law No. 41 of 2004 concerning on Waqf.
Internet Source
Umi NurFadhilah. “Potensi Wakaf Tunai Capai Rp 180 Triliun”, Republika, https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/18/10/16/pgovmd384-potensi-wakaf-tunai-capai-rp-180-triliun, Accessed on 02 November 2018.
DOI
https://doi.org/10.22304/pjih.v6n3.a1%0D