•  
  •  
 

Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran

Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran

Abstract

Serum merupakan salah satu suplemen yang diperlukan pada media untuk maturasi in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kematangan inti oosit maturasi in vitro selama 24 jam dalam media maturasi yang ditambahkan serum buatan 10% dan Fetal Bovine Serum (FBS) 10%. Oosit dikoleksi dengan metode slicing dalam media modified phosphate buffer saline. Oosit yang digunakan adalah oosit yang masih dilapisi dua lapis sel kumulus dan mempunyai sitoplasma homogen. Oosit dikultur menggunakan media maturasi dalam inkubator CO2 suhu 38°C dan CO2 5%. Setelah 24 jam oosit difiksasi untuk mengevaluasi tingkat kematangan inti. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan inti oosit sapi yang dimaturasi secara in vitro dengan penambahan FBS 10% nyata lebih tinggi apabila dibandingkan dengan yang ditambahkan dengan serum buatan 10% (78,5% vs 62,5%; P < 0,05)

Share

COinS