•  
  •  
 

Abstract

Islam politik pasca Orde Baru semakin menunjukkan sepak terjang dengan beragam artikulasi gagasan. Tak jarang artikulasi gagasan antar partikularitas Islam politik itu saling bertolak belakang, termasuk pemaknaan mereka dalam mengimplementasikan syariat Islam. Untuk melihat kenyataan itu, tulisan ini berupaya menjelaskan pertarungan diskursif partikularitas Islam politik dalam penerapan syariat Islam. Islam politik ini mengacu pada Islamisme, Islam liberal, dan Islam progresif yang berperan sebagai subjek politik. Dalam mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori diskursus yang dikembangkan dalam tradisi post-marxisme. Hasil penelitian ini menunjukkan varian Islam politik memiliki perspektif yang berbeda dalam mengartikulasikan pemaknaan dan tuntutan penerapan syariat Islam, bahkan pada taraf yang lain saling menegasikan. Hal ini menegaskan bahwa dimensi logic of difference-nya lebih kuat, sehingga tak memungkinkan adanya subjek hegemonik.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.